Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Labels

Selasa, 10 Januari 2012

Kebohongan Oleh Ibu

Dalam kehidupan sehari-hari kebohongan dapat memberikan dampak psikis yang mendalam, tapi sejauh manakah kita tahu setiap kebohongan yang dilakukan oleh ibu kita untuk diri kita sebagai anaknya. Berikut akan di ulas mengenai kebohongan oleh ibu yang dilakukan untuk kita.



a. Kebohongan pertama
   Ini mungkin saja terjadi bagi kalian yang sekarang mungkin saja hidup dalam keadaan kurang mampu. ketika ibu memberikan porsi makannya untuk kita, sambil memindahkan nasi ibu akan berkata "Makanlah Nak, ibu tidak lapar".

b. Kebohongan kedua
   Pernah terjadi? ketika di atas meja makan hanya ada 1 ikan goreng hasil pancingan ayah. Kemudian ibu memberikan kepada kita, ia melihat ke arah kita. Berharap kita kenyang, dan ibu tidak malu untuk memakan sisa daging yang masih tersisa di tulang dari sisa makananku. Aku tersentuh dan aku berikan secuil ikan yang belum aku makan yang masih berada di atas piring, namun dengan lirih ibu akan berkata "Tidak nak, Ibu tidak suka makan ikan".

c. Kebohongan ketiga
   Ketika orang tua kita bekerja sebagai pemulung hanya untuk membiarkan kita dapat meneruskan pendidikan yang lebih tinggi, dan tidak meniru orang tuanya yang mungkin saja berpendidikan rendah. Dari pagi ia sudah bekerja untuk mengumpulkan barang-barang bekas. Setelah itu ia akan memilah-milah hasil barang bekas untuk dipisahkan antara barang plastik, kertas, yang dapat di daur ulang ataupun tidak. Ketika kamu berkata "Ibu, tidurlah. Lanjutkan lagi perkerjaan itu besuk pagi. Besuk masih ada banyak waktu", dan dengan suara parau Ibu akan menjawab "Tidurlah dulu Nak, Ibu belum mengantuk".

d. Kebohongan keempat
   Terjadi ketika kita akan mengikuti tes masuk sekolah, ibu akan merelakan cuti bekerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Meski hujan beliau tetap gigih menemani di luar lingkungan. Dari pagi ia sudah memberikan sarapan yang membuatku merasa fresh dan tidak kelaparan. Sepanjang perjalanan pun beliau memberikan supportnya tiada henti agar kita tidak patah semangat mengerjakan soal ujian tes, dengan dibanjiri peluh yang di yakini pasti beliau tidak lupa berdoa untuk kelancaran kita di dalam ruangan. Bunyi lonceng menandakan ujian sudah selesai Ibu segera menyambut dengan membawakan kita minuman dingin agar kita sejenak melepas kepenatan setelah mengerjakan soal ujian. Melihat itu kita ingin memberikan minuman tersebut, namun ibu akan berkata "Minumlah Nak, Ibu tidak haus".

e. Kebohongan kelima
   Setelah kepergian ayah, ibu sendiri menopang kehidupan keluarga. Semua pengeluaran ia tanggung dengan pekerjaan yang dari dulu ia geluti. Namun ketika ada seorang paman yang selalu membantu ibu dalam kondisi apapun yang terjadi di keluarga kami, dan ia menawarkan ibu untuk mau menikah dengannya. Namun Ibu akan berkata "Saya tidak butuh cinta".

f. Kebohongan keenam
   Setelah anak-anak lulus, dan mulai bekerja di luar kota. Ibu tetap bekerja, Ia menjual sayur mayur di pasar, untuk menghidupi kehidupannya sendiri. Ketika anak-anaknya mengirim uang, ibu akan mengirimkan uang itu kembali dengan berkata "Aku tidak butuh uang".

g. Kebohongan ketujuh
   Akibat dari kegigihan dan kejujuran kita bekerja, dari pihak perusahaan memberikan beasiswa ke luar negeri untuk kita, melanjutkan S2 di Amerika. Keinginan membawa ibu kesana pupus, ketika keinginan ibu untuk tidak merepotkan anaknya. Ia tersenyum dan berkata "Aku tidak terbiasa dengan kehidupan disana".

i. Kebohongan kedelapan
   Lama di tinggal oleh anak-anaknya ternyata ibu lupa memperhatikan kesehatan, ibu terkena penyakit kanker lambung. Anak-anak pun segera pulang dan menjenguk ibu yang sedang sakit. Wajahnya berseri melihat anak-anaknya berkumpul, dengan terbata-bata dan air mata berlinang beliau berucap "Janganlah menangis anakku, Ibu tidak kesakitan".


Setelah mengetahui kebohongan ibu yang kedelapan, ibu tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya. Cerita ini hanya sekelumit cerita agar kita tahu, sosok ibu begitu penting, dan jangan lupa untuk mengucapkan "Terima kasih Ibu...". Renungkan segala apa yang telah kita lakukan untuk beliau setelah apa yang telah beliau berikan dan lakukan untuk kita, anak-anaknya. Sering kali kita lupa, untuk bersyukur ataupun hanya mengucapkan terima kasih. Diwaktu kita masih punya kesempatan, balaslah kasih sayang ibu kita, lakukan yang terbaik. Meski itu bukan yang termahal dari apa yang kita punya. Jangan sampai ada kata "MENYESAL" di kemudian hari.

Salam kasih sayang.... --> Ibu.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar :