Tak selalu
Yang berkilau itu indah
Tlah terbukti di dirimu Pergi dan sakitiku
1 bait lagu, reffren dari Souljah "Tak Selalu", terdengar begitu easy list namun mengandung makna yang dalam. Bagi para pencinta musik-musik regae mungkin lagu ini menjadi lagu favorit mereka, apalagi bagi mereka yang sedang patah hati.
Bahas tentang patah hati dan penanganannya ahh ....
1. Biarkan Kenangan
Inilah yang paling susah kita singkirkan bila kita sedang patah hati, Dari setiap hal yang pernah di lakukan berdua, atau kebiasaan dia yang menjadi 'Kenangan" tersendiri yang memang sulit untuk di lupakan. Kita seharusnya tahu akan sesuatu, bahwa setiap manusia pastilah memiliki kenangan, mustahil tanpa kenangan manusia dapat hidup hingga detik ini. Hidup di bagi menjadi 3 bagian, (masa lalu - masa kini - masa depan) dari masa lalu kita memiliki kenangan yang kita lewati, hingga masa kini datang begitu saja dan memiliki semangat untuk menjalani masa depan. Biarkan kenanganmu menjadi kenangan, karena dengan kenangan itu setidaknya kamu sudah pernah merasa indahnya di cintai, di sayangi hingga di sakiti. Letakkan kenangan sebagai kenangan jangan pengganggumu dalam menjalani hidupmu.
2. Keikhlasan
Ini agak sulit untuk di jabarkan, karena di banyak kondisi, Ikhlas akan di rasakan oleh orang yang meninggalkan, tapi sebaliknya bagi yang di tinggalkan. Kita ulas bagi yang di tinggalkan saja ya....
Susah memang menjalani ikhlas jika kita di tinggalkan, (mengatakan aku ikhlas di lukai) saja terasa sulit apalagi menjalani. Tips menjalani ikhlas adalah kita anggap diri kita hidup dalam sebuah sinetron. (sebagai contoh masalah "kita di tinggalkan kekasih dan ia memilih orang lain") . Disini saya akan mencoba untuk mengajak pembaca untuk membaca dari sudut pandang lain, yaitu dengan menggagap diri kita sebagai Tokoh yang menghantarkan pasangan kita pada sebuah pilihan hidup yang telah mereka pilih. Jika bukan kita yang di pilih kenapa harus tidak ikhlas??? dia aja ikhlas kok..hhehe... Kita posisikan diri kita sebagai seseorang penuh Kasih dan Pemenang dengan tampil sebagai sosok ikhlas dan baik hati dengan menghantarkan pasangan kita menjemput pilihannya (dimana pilihannya itu bukan kita). Sakit, tapi disini peran ini akan mendapat banyak jempol, dan pemenang. "Ikhlaskan dirimu akan suatu hal yang paling susah kamu lakukan, karena disana kamu akan mendapatkan sesuatu yang lebih dari ikhlas".
3. Keyakinan
Keyakinan yang dimaksud disini adalah keyakinan pada diri sendiri bahwa kita akan merasa bahagia dari apa yang kita terima sekarang. Pasti bagi yang merasakan patah hati menanyakan "Sampai kapan???", "Apa dengan keyakinan terus kita hidup", mentok-mentoknya kalimat "Uda bosen yakin mulu", "Yakin mulu, kagak dapet-dapet gantinya, sama aja", hahahhaha... ya kah???. STOP!!!! jangan posisikan dirimu adalah sebagai seorang yang lemah, yang hanya bisa mengeluh dan mengeluh. Heyyyy.... kita hidup udah ada yang ngatur. Kalau tiap orang bertanya demikian, itu artinya setiap orang berharap bisa menjadi sutradara bagi dirinya sendiri. Yakinkan dirimu, bahwa setiap apapun yang terjadi di dalam diri kita udah di atur, kenapa kita yang harus mensutradarai setiap episode yang ada di dalam hidup??? bikin susah hidup yang udah susah aja. Yakin, Percaya... disini ada Tuhan adalah sutradara kehidupan yang terbaik.
4. Balas Dendam
Ini juga salah satu yang penting, yang dilakukan setelah memposisikan point 1 sebagai jawara. Sering dari kita yang patah hati, terus kebakaran jenggot buat buru-buru membalas dendam, dengan meneror pasangan, mengganggu, atau malah mencari pasangan baru cuma buat ngompor-ngomporin mantan . Huuuuhuuuu.... ini cuma sikap pecundang yang bisanya cuma memelihara dendam. Ayo lah... nikmati, setiap rasa sakit. dari sana kamu tau betapa sakitnya di sakiti dan berharap tidak akan kamu lakukan untuk menyakiti pasangan lagi. dan jika kamu disini mencari pacar baru hanya untuk "MENYAKITI ORANG LAIN", meski niatnya cuma main-main. Terus apa bedanya mantanmu dengan dirimu???? sama2 orang yang hobi menyakiti hahahahah... PECUNDANG doang kan????
Di dunia, gak ada manusia yang benar-benar sempurna. Tidak ada manusia yang melulu benar, dan melulu salah. Tidak ada manusia yang selalu jahat, dan tidak ada manusia yang selalu baik dalam hidupnya. Hiduplah sesuai jalanmu, yang memang harus terjadi, ya terjadilah. Ketika kamu sakit, kamu ditinggalkan, kamu bersedih. Maka izinkan dirimu menangis, dan meratapi. disana kamu akan diajari Terluka, dimana nantinya untuk lebih hati-hati dalam menjalani hidup. Tapi jangan pernah sia-siakan dirimu ketika episode senyum, tawa, bahagia, datang dalam cerita hidupmu. Disana kamu akan diajari apa itu menghargai sesuatu. Nikmati, karena semua pada dasarnya adalah jalan-Nya... bukan jalanmu sendiri.
okey...kita dengarkan lagu lagi....
"hidup sudah susah, jangan bikin susah kita santai saja ah ayaayaa...
apa yang kau rasa, apa yang ku rasa ku tak pernah ambil pusing...
kau mau bilang apa, semua mau bilang apa...
ku hanya bisa berkataaaaa....
emang gue pikirin..."
Yang berkilau itu indah
Tlah terbukti di dirimu Pergi dan sakitiku
1 bait lagu, reffren dari Souljah "Tak Selalu", terdengar begitu easy list namun mengandung makna yang dalam. Bagi para pencinta musik-musik regae mungkin lagu ini menjadi lagu favorit mereka, apalagi bagi mereka yang sedang patah hati.
Bahas tentang patah hati dan penanganannya ahh ....
1. Biarkan Kenangan
Inilah yang paling susah kita singkirkan bila kita sedang patah hati, Dari setiap hal yang pernah di lakukan berdua, atau kebiasaan dia yang menjadi 'Kenangan" tersendiri yang memang sulit untuk di lupakan. Kita seharusnya tahu akan sesuatu, bahwa setiap manusia pastilah memiliki kenangan, mustahil tanpa kenangan manusia dapat hidup hingga detik ini. Hidup di bagi menjadi 3 bagian, (masa lalu - masa kini - masa depan) dari masa lalu kita memiliki kenangan yang kita lewati, hingga masa kini datang begitu saja dan memiliki semangat untuk menjalani masa depan. Biarkan kenanganmu menjadi kenangan, karena dengan kenangan itu setidaknya kamu sudah pernah merasa indahnya di cintai, di sayangi hingga di sakiti. Letakkan kenangan sebagai kenangan jangan pengganggumu dalam menjalani hidupmu.
2. Keikhlasan
Ini agak sulit untuk di jabarkan, karena di banyak kondisi, Ikhlas akan di rasakan oleh orang yang meninggalkan, tapi sebaliknya bagi yang di tinggalkan. Kita ulas bagi yang di tinggalkan saja ya....
Susah memang menjalani ikhlas jika kita di tinggalkan, (mengatakan aku ikhlas di lukai) saja terasa sulit apalagi menjalani. Tips menjalani ikhlas adalah kita anggap diri kita hidup dalam sebuah sinetron. (sebagai contoh masalah "kita di tinggalkan kekasih dan ia memilih orang lain") . Disini saya akan mencoba untuk mengajak pembaca untuk membaca dari sudut pandang lain, yaitu dengan menggagap diri kita sebagai Tokoh yang menghantarkan pasangan kita pada sebuah pilihan hidup yang telah mereka pilih. Jika bukan kita yang di pilih kenapa harus tidak ikhlas??? dia aja ikhlas kok..hhehe... Kita posisikan diri kita sebagai seseorang penuh Kasih dan Pemenang dengan tampil sebagai sosok ikhlas dan baik hati dengan menghantarkan pasangan kita menjemput pilihannya (dimana pilihannya itu bukan kita). Sakit, tapi disini peran ini akan mendapat banyak jempol, dan pemenang. "Ikhlaskan dirimu akan suatu hal yang paling susah kamu lakukan, karena disana kamu akan mendapatkan sesuatu yang lebih dari ikhlas".
3. Keyakinan
Keyakinan yang dimaksud disini adalah keyakinan pada diri sendiri bahwa kita akan merasa bahagia dari apa yang kita terima sekarang. Pasti bagi yang merasakan patah hati menanyakan "Sampai kapan???", "Apa dengan keyakinan terus kita hidup", mentok-mentoknya kalimat "Uda bosen yakin mulu", "Yakin mulu, kagak dapet-dapet gantinya, sama aja", hahahhaha... ya kah???. STOP!!!! jangan posisikan dirimu adalah sebagai seorang yang lemah, yang hanya bisa mengeluh dan mengeluh. Heyyyy.... kita hidup udah ada yang ngatur. Kalau tiap orang bertanya demikian, itu artinya setiap orang berharap bisa menjadi sutradara bagi dirinya sendiri. Yakinkan dirimu, bahwa setiap apapun yang terjadi di dalam diri kita udah di atur, kenapa kita yang harus mensutradarai setiap episode yang ada di dalam hidup??? bikin susah hidup yang udah susah aja. Yakin, Percaya... disini ada Tuhan adalah sutradara kehidupan yang terbaik.
4. Balas Dendam
Ini juga salah satu yang penting, yang dilakukan setelah memposisikan point 1 sebagai jawara. Sering dari kita yang patah hati, terus kebakaran jenggot buat buru-buru membalas dendam, dengan meneror pasangan, mengganggu, atau malah mencari pasangan baru cuma buat ngompor-ngomporin mantan . Huuuuhuuuu.... ini cuma sikap pecundang yang bisanya cuma memelihara dendam. Ayo lah... nikmati, setiap rasa sakit. dari sana kamu tau betapa sakitnya di sakiti dan berharap tidak akan kamu lakukan untuk menyakiti pasangan lagi. dan jika kamu disini mencari pacar baru hanya untuk "MENYAKITI ORANG LAIN", meski niatnya cuma main-main. Terus apa bedanya mantanmu dengan dirimu???? sama2 orang yang hobi menyakiti hahahahah... PECUNDANG doang kan????
Di dunia, gak ada manusia yang benar-benar sempurna. Tidak ada manusia yang melulu benar, dan melulu salah. Tidak ada manusia yang selalu jahat, dan tidak ada manusia yang selalu baik dalam hidupnya. Hiduplah sesuai jalanmu, yang memang harus terjadi, ya terjadilah. Ketika kamu sakit, kamu ditinggalkan, kamu bersedih. Maka izinkan dirimu menangis, dan meratapi. disana kamu akan diajari Terluka, dimana nantinya untuk lebih hati-hati dalam menjalani hidup. Tapi jangan pernah sia-siakan dirimu ketika episode senyum, tawa, bahagia, datang dalam cerita hidupmu. Disana kamu akan diajari apa itu menghargai sesuatu. Nikmati, karena semua pada dasarnya adalah jalan-Nya... bukan jalanmu sendiri.
okey...kita dengarkan lagu lagi....
"hidup sudah susah, jangan bikin susah kita santai saja ah ayaayaa...
apa yang kau rasa, apa yang ku rasa ku tak pernah ambil pusing...
kau mau bilang apa, semua mau bilang apa...
ku hanya bisa berkataaaaa....
emang gue pikirin..."
ketika 2012 putus cinta bukanlah suatu hal yang membuat kita semakin terpuruk









1 komentar:
patah hati itu hal biasa, itu bisa di jadikan sebagai pembelajaran untuk menjadi lebih dewasa, tergantung bagaimana kita menyikapinya.
Posting Komentar
Komentar :